Trump berbicara kepada pers ketika ia meninggalkan Gedung Putih di Washington, DC [File: Jim Watson / AFP]

Muslimtrend.com : Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan perekonomian Turki. Pernyataan itu berkaitan dengan rencana Turki menggelar operasi militer di basis pasukan Kurdi di Suriah.

“Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, dan hanya untuk mengulangi, jika Turki melakukan sesuatu yang menurut saya, dengan kebijaksanaan saya yang besar dan tak tertandingi, dianggap terlarang, saya akan benar-benar menghancurkan serta melenyapkan ekonomi Turki (saya telah melakukannya sebelumnya!),” kata Trump melalui akun Twitter pribadinya pada Senin (7/10), seperti dilansir dari Aljazeera.

Penarikan itu, diumumkan oleh Gedung Putih Ahad malam, dengan cepat dikutuk oleh sekelompok politisi bipartisan atas kekhawatiran bahwa itu bisa membuka jalan bagi serangan Turki terhadap pasukan pimpinan Kurdi yang lama bersekutu dengan Washington.

Senator Lindsey Graham, seorang Republikan yang biasanya secara suara mendukung Trump, mengatakan keputusan itu adalah “bencana dalam pembuatan”.

Graham mengatakan dia berencana untuk memperkenalkan resolusi yang menyerukan Gedung Putih untuk membalikkan keputusannya. Dia juga mengancam undang-undang untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada Turki . Dia memperkirakan undang-undang seperti itu akan menjadi veto-proof. 

‘Lindungi wilayah mereka sendiri’

Penarikan AS menandai perubahan besar dalam kebijakan AS dan secara efektif meninggalkan sekutu Amerika dalam pertempuran melawan ISIL, yang mengambil alih petak-petak Suriah sebelum dikalahkan setahun lalu. 

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi memperingatkan bahwa invasi Turki akan membalikkan kemenangan atas Negara Islam Irak dan  kelompok bersenjata Levant ( ISIL atau ISIS). Kelompok itu mengatakan dia memandang keputusan Trump sebagai ” tikaman di belakang “. 

Trump telah membela keputusannya sebelumnya pada hari Senin, mengatakan itu terlalu mahal untuk terus mendukung sekutu-sekutunya. 

“Orang-orang Kurdi berperang dengan kami tetapi dibayar sejumlah besar uang dan peralatan untuk melakukannya. Mereka telah berperang melawan Turki selama beberapa dekade,” kata Trump dalam serangkaian tweet. “Turki, Eropa, Suriah, Iran, Irak, Rusia dan Kurdi sekarang harus mencari tahu situasinya.”

Trump mengulangi komentar itu kemudian pada hari Senin, tweeting, “sekarang saatnya bagi orang lain di kawasan ini, beberapa dari kekayaan besar, untuk melindungi wilayah mereka sendiri”. 

Sumber : Aljazeera | Redaktur : Al

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here