Tampung Jamaah Lebih Banyak, Masjid Quba Lakukan Perluasan

444

Muslimtrend.com : MADINAH Masjid Quba salah satu masjid bersejarah, masjid yang pertama dibangun dalam Islam, akan menampung lebih dari 55.000 jamaah setelah perluasannya selesai, kata Otoritas Pengembangan Wilayah Al Madinah (MMDA).

Pihak berwenang mengatakan pekerjaan pada perluasan masjid akan segera dimulai.

Masjid bersejarah dihubungkan dengan Masjid Nabawi dari Jalan Sunah (Jalan Quba) yang panjangnya empat km dan dianggap sebagai salah satu jalan tertua di Madinah dengan jalur khusus bagi pejalan kaki untuk berjalan dari dan ke Masjid Nabawi. 

Para pengunjung selalu ingin mengunjungi Masjid Quba sambil berdoa di dalamnya setelah memberi penghormatan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdoa di masjidnya.

“Ini adalah tempat yang luar biasa di mana penduduk Madinah menerima Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia pertama kali datang ke kota mereka,” kata Ahmed Fatih, seorang pengunjung dari Mesir. 

Dia mengatakan bahwa dia menikmati perasaan nyaman berdoa di masjid pertama dalam Islam. 

“Madinah penuh dengan tempat bersejarah yang mencerminkan kesucian tempat itu,” tambahnya. 

Masjid Quba dikelilingi oleh pohon-pohon palem dan kebun buah. Namun, seiring perkembangan kota, sejumlah peternakan telah digantikan oleh gedung-gedung tinggi. 

Masjid Quba menyaksikan masuknya jamaah dan pengunjung ke seluruh penjuru. Pertemuan besar dapat diamati di kawasan masjid terutama di dini hari.

Penulis Sapphire Hamwi mengatakan dalam bukunya (negara-negara Leksikon) bahwa Masjid Quba pada awalnya dikelilingi oleh sebuah desa yang dinamai menurut namanya. Itu dihuni oleh suku Bani Amr Bin Auf. Dalam perjalanannya ke Madinah, Nabi Muhammad (saw) mengunjungi rumah Bani Amr Bin Auf dan membangun sebuah masjid di daerah yang ia beri nama Quba. 

Referensi sejarah menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya (semoga Allah meridhoi mereka) membangun masjid di barat daya Madinah, tiga km jauhnya dari Masjid Nabawi pada tahun pertama Hijriah atau kalender Islam. 

Masjid itu berisi sebuah sumur milik Abu Ayyub Al-Ansari (ra dengan dia). Itu menjadi tempat yang diberkati ketika unta betina Nabi pertama kali berlutut di sana untuk mengambil aliran air yang panjang setelah migrasi Nabi dari Mekah.

Sumber : saudigazette

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here