Presiden Erdogan : Yerusalem Menjadi Ibu Kota Israel Tidak Lebih dari Sekadar Mimpi!

543

Muslimtrend.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan sikapnya yang menolak dengan keras proposal perdamaian Israel-Palestina yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump. Presiden Erdogan mengatakan tidak akan pernah membiarkan kota Yerusalem jatuh ke tangan Israel.

“Apa yang disebut dengan  Deal of The Century/Kesepakatan Abad ini yang digagas oleh Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak lebih dari sekadar mimpi. Kami tidak akan membiarkan mimpi ini menjadi kenyataan,” kata Erdogan, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin, (10/2/2020).

“Kami tidak mengakui proposal ini, yang merupakan aneksasi tanah Palestina, benar-benar menghancurkan Palestina, dan sepenuhnya merebut Yerusalem. Proposal ini sebenarnya adalah legitimasi pendudukan Israel terhadap Palestina di bawah mandat pemerintah Amerika,” ungkap Erdogan.

Turki tidak akan pernah tinggal diam atas aneksasi Yerusalem. “Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa Yerusalem adalah garis merah kami. Sebagai negara Muslim, tanggung jawab kami yang paling penting dalam proses ini adalah melindungi Masjid Al-Aqsa, merangkul simbol perdamaian Yerusalem, dan membela hak-hak warga Palestina,” kata Erdogan.

Proposal Trump juga mendapat kecaman luas dari dunia Arab dan ditolak oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI). OKI mendesak semua negara anggota untuk tidak terlibat dengan rencana ini maupun bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mengimplementasikannya dalam bentuk apa pun. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here