Moslemtoday.com : Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mengatakan hari ini bahwa negaranya tidak akan menjadi bagian dari sanksi AS terhadap Iran atau orang lain.

Pada 5 November, Amerika Serikat menerapkan sanksi kedua ekonomi terhadap Teheran, memperketat kontrol pada sektor energi, keuangan, dan pengiriman.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Informasi Perdana Menteri Irak, Abdul Mahdi menerima gubernur Bank Sentral Iran Abdul Nasser Hamati dan delegasi yang menyertainya di ibukota Baghdad pagi ini dan membahas hubungan ekonomi antara kedua negara, seperti dilansir dari MEMO, Kamis, (7/2/2019).

Dalam pertemuan itu, Abdul Mahdi mengatakan “orang-orang Irak telah menderita dari pengepungan, dan menyadari kerusakan yang ditimbulkannya kepada orang-orang.”

Dia menambahkan bahwa “kami tidak akan menjadi bagian dari sistem sanksi AS terhadap Iran atau orang lain.”

Sementara itu, gubernur Bank Sentral Iran menyatakan harapannya untuk lebih banyak kerja sama antara Baghdad dan Teheran.

Sumber : MEMO | Redaktur : Aris Abadi
Copyright © 1440 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here