PKS Dukung UMKM Melalui Rumah Tangguh Berdaya dalam Membangkitkan Ekonomi Masyarakat Saat Pandemi Covid-19

194

Ditengah pandemi covid-19 yang belum mereda, dan berefek pada keadaan ekonomi, pemerintah saat ini konsen kedalam dua hal. Pertama, penanggulangan pandemi covid-19 dan kedua, pemulihan ekonomi.

Sejalan dengan program pemerintah untuk pemulihan ekonomi, BPJE PKS mendirikan Rumah Tangguh Berdaya (RTB). Tujuan RTB adalah rumah UMKM berkumpul dengan pelatihan-pelatihan Entrepreneurs secara cuma-cuma dan juga wadah pemasaran produk para UMKM tersebut.

Menurut Rochmad dan Tajudin selaku BPJE DPD PKS Jakarta Timur mengatakan hadirnya RTB adalah wadah untuk mempertemukan semua pengusaha, dari penguasa besar hingga UMKM, sehingga diharapkan terjadi sinergi semua pengusaha, sama-sama bergandengan tangan untuk menghadapi pemulihan ekonomi di Indonesia.

Target lokasi RTB adalah 1 kecamatan ada 1 RTB, sehingga dapat menjangkau semua UMKM yang ada. Dan bertujuan memperluas pemasaran produk UMKM.

Dalam hal pelatihan UMKM, RTB memiliki beberapa jenis pelatihan, diantaranya adalah pelatihan Entrepreneurs, digital Marketing, dan keahlian-keahlian Entrepreneurs lainnya.

Saat ini RTB sudah memiliki pilot project di rumah seorang kader PKS yaitu Rudi Purnama, di daerah Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Peresmian RTB dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting yang dilakukan pada tanggal, 4 Juli 2021 dihadiri oleh Anggota DPR RI F-PKS Anis Byarwati, DPRD DKI Jakarta F-PKS MT Zoelkifli, lalu dihadiri juga oleh struktural DPP, DPD dan DPC yaitu Rofik Hananto, Hidayatullah, Ikrar Aulia, Tajudin, Syamsul Bahri dan Dicky. Dari pihak UMKM Tangguh diwakili oleh Wahyu dan dari Widyanto

Rofik Hananto menyampaikan dalam sambutannya bahwa Rumah Tangguh Berdaya akan menjadi magnet kebangkitan UMKM2 di Jakarta Timur menjadi Tangguh dan Berdaya.

Dalam sambutannya, Anis Byarwati mengatakan, “Meskipun banyak stakeholder UMKM, namun belum ada sinergi dan kolaborasi yang membuat UMKM dapat menjadi sesuatu yang bisa dibesarkan bersama.”

“Oleh karena itu para stakeholder tidak bisa bergerak sendiri, namun harus benar-benar berkolaborasi melalui kemitraan,” saran Anis.

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here