Perusahaan farmasi Israel menguji obat pada tahanan Palestina

411

Moslemtoday.com : Profesor Israel Nadera Shalhoub-Kevorkian mengungkapkan kemarin bahwa otoritas pendudukan Israel mengeluarkan izin kepada perusahaan farmasi besar untuk melakukan tes pada tahanan Palestina dan Arab, Felesteen.ps melaporkan.

Dosen Universitas Hebrew juga mengungkapkan bahwa perusahaan militer Israel sedang menguji senjata pada anak-anak Palestina dan melakukan tes ini di lingkungan Yerusalem yang diduduki.

Berbicara di Universitas Columbia di Kota New York, Shalhoub-Kevorkian mengatakan bahwa dia mengumpulkan data saat melakukan proyek penelitian untuk Universitas Ibrani.

“Palestina adalah laboratorium,” katanya. “Penemuan produk dan layanan dari perusahaan keamanan yang disponsori negara dalam program jangka panjang dan penindasan Palestina oleh tentara Israel.”

Dalam ceramahnya, berjudul “ Ruang Gangguan – Teknologi Kekerasan di Yerusalem Palestina ”, profesor menambahkan: “Mereka memeriksa bom mana yang akan digunakan, bom gas atau bom bau. Apakah akan meletakkan karung plastik atau karung kain. Untuk mengalahkan kami dengan senapan mereka atau menendang kami dengan sepatu bot. ”

Pekan lalu, otoritas Israel menolak untuk menyerahkan mayat Fares Baroud, yang meninggal di dalam penjara Israel setelah menderita sejumlah penyakit. Keluarganya takut kalau-kalau dia bisa digunakan untuk tes semacam itu dan Israel takut ini bisa terungkap melalui penyelidikan forensik.

5.000 tes pada tahanan

Pada Juli 1997, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pernyataan untuk Dalia Itzik, ketua komite parlemen, mengakui bahwa Kementerian Kesehatan Israel telah memberikan izin kepada perusahaan farmasi untuk menguji obat-obatan baru para tahanan mereka, mencatat bahwa 5.000 tes telah dilakukan.

Robrecht Vanderbeeken, sekretaris budaya serikat pekerja ACOD Belgia, memperingatkan pada Agustus 2018 bahwa penduduk Jalur Gaza sedang “kelaparan sampai mati, diracun, dan anak-anak diculik dan dibunuh untuk diambil organnya.”

Ini mengikuti peringatan sebelumnya dari Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour yang mengatakan mayat-mayat warga Palestina yang terbunuh oleh pasukan keamanan Israel “dikembalikan dengan kornea yang hilang dan organ-organ lain, yang selanjutnya mengkonfirmasikan laporan masa lalu tentang pengambilan organ oleh kekuatan pendudukan.”

Sumber : MEMO | Redaktur : Fairuz Syaugi
Copyright © 1440 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here