MUI Buka Suara soal Utusan Kemenkes Ditegur Bupati Aceh karena Tak Berhijab

74

Muslimtrend.com : Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara terkait utusan Kemenkes yang ditegur Bupati Aceh Besar Mawardi Ali karena tak berhijab saat rapat. MUI menyesalkan sikap yang kurang menghargai kearifan lokal.

“Saya menyampaikan menyayangkan sikap yang kurang menghargai budaya lokal. Ada pepatah mengatakan, di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Artinya, di mana kita berada, kita harus arif dan bijak menyikapi budaya, kearifan lokal, di mana masyarakat Aceh sangat mencintai pakaian yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Qanun di Aceh,” kata Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (17/6/2021).

Amirsyah mengimbau agar kearifan lokal di setiap daerah diperhatikan. Dengan demikian, kata Amirsyah, sikap yang kontraproduktif bisa dihindari.

“Oleh sebab itu, saya menghimbau semua pihak agar memperhatikan kearifan lokal setiap daerah baik dalam berpakaian maupun bersikap, sehingga tidak melahirkan sikap kontraproduktif dengan budaya dan aturan di mana kita berada,” ujar Amirsyah.

Sebelumnya, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali disebut menegur utusan Kementerian Kesehatan karena tidak mengenakan jilbab saat rapat. Perempuan itu diminta mengenakan penutup kepala selama berada di Tanah Rencong.

Rapat antara Bupati Mawardi dan utusan Kemenkes itu digelar di gedung Dekranasda di Gani, Aceh Besar, Rabu (16/6/2021). Perempuan itu disebut hanya mengenakan bando dan tidak berhijab. Saat rapat itulah Mawardi disebut menegur perempuan tersebut.

Sumber : Detik

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here