Makin Memanas, Israel Blokir Ekspor Hasil Pertanian Palestina

110

Muslimtrend.com : Israel melakukan perang dagang untuk menghancurkan ekonomi Palestina dengan memblokir ekspor hasil pertanian mereka di tengah meningkatnya ketegangan konflik Israel-Palestina pasca pengumuman “Proposal Perdamaian Trump”.

Berdasarkan instruksi Menteri Pertahanan Naftali Bennett, Militer Israel tidak akan mengizinkan Palestina mengirim produk mereka melalui jembatan penyeberangan ke Yordania, satu-satunya jalur ekspor langsung Palestina ke dunia luar.

Otoritas Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel di pos-pos pemeriksaan memblokir pengiriman sayuran yang sedang dalam perjalanan untuk diekspor ke luar negeri.

“Kemarin, Kepala penyeberangan Israel memberi tahu semua eksportir dan semua pihak terkait dengan semua produk pertanian dari Palestina akan dilarang melakukan ekspor ke pasar dunia melalui penyeberangan Yordania mulai pekan ini,” kata Menteri Pertanian Palestina Riyal al-Attari, seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa, (11/2/2020).

Dikutip dari Reuters, tindakan Israel akan dapat mempengaruhi ekonomi Palestina.

“Ini adalah perang ekonomi melawan seluruh rakyat Palestina. Ini akan mempengaruhi kita sebagai pedagang dan eksportir, ini akan mempengaruhi petani dan perusahaan transportasi dan akan mempengaruhi seluruh rakyat Palestina,” kata Ahmed Rihan, direktur penjualan di Attelawi, yang mengekspor produk ke Inggris dan ke negara-negara Arab.

Sementara itu, Wakil menteri ekonomi Palestina, Tariq Abu Laban mengatakan bahwa keputusan untuk melarang ekspor produk-produk Palestina adalah sebagai tanggapan dari Israel terhadap keputusan pemerintah Palestina yang melarang impor sapi Israel.

Krisis perdagangan Israel-Palestina terjadi di tengah gelombang kekerasan menyusul pengumuman proposal “Deal of The Century” yang dirancang oleh Presiden AS Donald Trump, yang ditolak dengan tegas oleh rakyat Palestina. Sejak pengumuman tersebut, setidaknya lima warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel. (DH/MTD)

Sumber : Al JazeeraReuters | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here