KSAL: Jika Bukan Karena Perhatian Ibu Megawati, KRI Dewaruci Sudah Jadi Museum

121
Presiden Kelima RI, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri dalam acara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di Jakarta, Kamis (11/8)/Net

Rasa syukur disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono lantaran Presiden Kelima RI, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri mau hadir menjadi pembicara dalam acara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di Jakarta, Kamis (11/8).

Kedatangan Megawati yang didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto disambut langsung Laksamana Yudo Margono. Turut hadir juga Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijati.

“Selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Ibu Prof. Dr. H.C Megawati Soekarnoputri yang memenuhi undangan kami sebagai keynote speaker dalam talkshow ini. Yang lalu ibu pernah hadir di tengah-tengah prajurit jalasena, hari ini ibu hadir kembali bahkan di atas kapal perang kebanggaan kita, KRI Dewaruci,” kata Yudo.

Yudo mengurai bahwa Megawati adalah presiden perempuan pertama di Indonesia. Meskipun bukan dari kalangan militer, tetapi memiliki kepedulian dan perhatian sangat besar terhadap pembangunan kekuatan militer, khususnya TNI, dan terkhusus lagi TNI Angkatan Laut.

“Bagi TNI AL, KRI Dewaruci ini adalah berkat jasa beliau yang sangat besar, jika bukan perhatian dan jasa besar ibu Megawati kapal ini sudah jadi museum,” ujar Yudo.

Yudo menuturkan, melalui perjuangan Megawati kapal ini sudah berumur 69 tahun dan masih tetap eksis dan merupakan kapal kebanggan Indonesia dan dari sinilah terlahir para pemimpin angkatan laut para prajurit-prajurit jalasena yang gagah perkasa.

Terlihat sejumlah undangan terlihat hadir antara lain Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, Sujiwo Tejo (Budayawan), Kepala Perpustakaan Nasional, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Usai sambutan Megawati, di tempat yang sama akan digelar juga talkshow Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara dengan narasumber: Kepala Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Kadisjarahal), Laksma TNI Eko Gajah Seno, pengamat militer Dr. Connie Rahakundini Bakri, Dosen Sejarah Undip Semarang, Dr. Alamsyah dan Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Prof. Ratno Lukito.

Ratu Kalinyamat merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana (1521-1546). Dia dalah seorang ratu dari Kerajaan Kalinyamat di Jepara. Ratu Kalinyamat satu-satunya raja wanita pada abad 16 yang berani dan berhasil membangun kekuatan Angkatan Laut yang besar dan kuat.

Ratu Kalinyamat memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Portugis pada abad XV.

Sumber berita / artikel asli : RMOL

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here