(Komik) Giliran Warga China Sebut Orang Asing Bawa Virus Corona

228

Muslimtrend.com : Saat virus corona meletus di Kota Wuhan, China pada awal Januari lalu, banyak orang China yang menerima perlakuan diskriminasi dan rasis di berbagai negara. Ketika pandemi Covid-19 telah menyebar di seluruh dunia, kini giliran warga asing di China yang mendapat perlakuan yang sama.

Hal itu digambarkan dalam sebuah komik yang dibuat oleh seorang komikus China yang dibagikan di akun publik Wechat @KoiYouth, dan menjadi viral di media sosial China. Karya itu diberi judul : Klasifikasi Limbah Asing yang Harus Dibuang ke Tong Sampah.

“Ketika epidemi meletus di Wuhan, banyak orang asing mencibir China. Tetapi China dapat melewati ujian ini dengan indah. Selanjutnya, situasi epidemi di China berangsur-angsur stabil, tetapi negara-negara asing mulai terpapar epidemi. Orang-orang asing yang pernah mengejek China menjadi tercengang,” tulis akun tersebut.

China juga telah menunjukkan sikap dan tanggung jawab sebagai sebuah negara besar, membantu orang-orang di dunia sebanyak mungkin, dan bersama-sama berjuang melawan Coronavirus (Covid-19). Namun, kisah petani dan ular itu juga layak untuk dipentaskan.

“Beberapa orang asing ini tidak tahu bagaimana cara berterima kasih. Bukannya mau mengikuti aturan, mereka malah meminta hak istimewa, menghina dan menyerang staf medis, dan bahkan berteriak-teriak meminta orang China untuk melayani mereka,” tambah akun itu.

Akun itu mengatakan bahwa mereka tidak membeda-bedakan orang asing. “Kami menyambut orang asing yang hangat dan ramah. Tetapi untuk sampah asing yang kurang ajar, silakan keluar dari Cina. Limbah-limbah asing ini layak untuk dimasukkan ke dalam tong sampah,” ungkap akun tersebut.

Menanggapi komik itu, Paul Mozur, seorang jurnalis New York Times di Shanghai, China menuturkan dia mengalami hal yang sama seperti yang ada di komik tersebut.

“Di Hefei dua minggu lalu saya dipanggil sampah asing saat makan di restoran. Kartun-kartun ini mengobarkan sentimen buruk. Kami memiliki seorang teman yang telah lama berada di China, tetapi diam-diam mengkritik negara itu secara online,” tulis Paul Mozur.

“Ini adalah tanda lain meningkatnya xenophobia di China. Sebuah kartun menggambarkan orang asing sebagai sampah yang layak untuk disortir. Ini menciptakan kejahatan mereka terhadap tanggapan virus, mencampurkannya dengan motif memfitnah di China, dan berfantasi melakukan kekerasan terhadap warga asing,” tambah Paul Mozur. (DH/MTD)

Sumber : web.anyv.net, @PaulMozur | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here