Kiai Larang Santri Dengar Musik Sudah Lumrah di Pesantren, Bukan Ciri Ekstremisme

294
Ilustrasi : Santri sedang menghafal Al-Quran

Muslimtrend.com : Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Waryono, M.Ag menegaskan bahwa para santri yang menutup telinga karena enggan mendengarkan musik bukan tanda-tanda menganut paham ekstremisme.

Waryono merespons banyaknya komentar miring soal video yang beredar di media sosial terkait sekelompok orang yang diduga sebagai santri tengah menutup kuping ketika ada diputarkan lagu di tempat vaksinasi.

“Jadi itu bukan tanda-tanda ekstremisme,” kata Waryono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/9/2021).

Waryono menjelaskan ada pandangan dan respons yang berbeda satu sama lain di pesantren terkait musik. Ia menjelaskan ada kiai pengasuh pesantren yang memperbolehkan santrinya mendengarkan musik. Di sisi lain, juga ada yang tak memperbolehkannya.

“Boleh dan tak boleh ini tergantung pada mahzab kiai,” kata Waryono.

Waryono menjelaskan pertimbangan umum pengasuh pesantren tak memperbolehkan santrinya mendengar musik karena santri masih kecil dan perlu banyak belajar.

Waryono menambahkan bahkan ada yang menilai musik menyebabkan lalai dan lupa sehingga proses belajar menjadi terganggu. Pasalnya, santri-santri juga diwajibkan untuk belajar menghafal Alquran dan banyak hal lainnya selama belajar di pesantren.

“Itu harus hafal semua. Itu butuh konsentrasi. Makanya kalau butuh konsentrasi kiai melarang jangan mendengarkan musik. Bahkan ada di pesantren-pesantren enggak boleh main HP, enggak boleh nonton TV. Itu bukan fenomena baru,” ungkap Waryono.

Sumber : CNNIndonesia.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here