Khamenei Ties Bangga, Pimpinan Hutsi meminta pengakuan dunia Internasional terhadap Milisinya

203

Muslimtrend : Pimpinan wajib militer Hutsi yang didukung Iran di Yaman, Abdul Malek al-Houthi meminta kembali pada sabtu (18/8) kepada pihak internasional pengakuan atas kudeta yang dilakukannya.

Dalam pidatonya, ia mendesak dunia internasional untuk mengikuti contoh Iran dan mengakui milisi dengan membuka kembali kedutaan besar di Sanaa dan mengaktifkan hubungan diplomatik dengan milisi yang menganggap mereka sebagai pemerintahan yang sah di Yaman.

Dia mengajukan kesepakatan bahwa Hutsi akan berhenti meluncurkan kapal tanpa awak buatan Iran ke Saudi, sebagai imbalan bagi koalisi Arab yang dipimpin Saudi untuk tidak lagi mendukung pemerintahan yang sah di Yaman saat ini.

Selain itu, ia mengungkap pembunuhan saudaranya baru-baru ini.

Ibrahim al-Houthi dibunuh oleh orang tak dikenal di kediamannya di Sanaa.

Abdul Malek al-Houthi mengatakan bahwa saudaranya tidak memiliki penjaga yang ditempatkan di rumahnya.

Lanjutnya, dia membual dan membenarkan tentang janji setia yang ia ucapkan baru-baru ini kepada pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.

Delegasi Hutsi, yang dipimpin oleh menteri luar negeri milisi Mohammed Abdulsalam, saat ini berada di Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran. Dia menemui Khamenei guna menyampaikan pesan dari Abdul Malek. Dia juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mohamed Javad Zarif.

Para pengamat mengatakan bahwa selain menjanjikan kesetiaan, kunjungan Hutsi itu bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak dukungan senjata dari Iran dan menyelundupkannya di Yaman.

Abdul Malek mengatakan Iran adalah satu-satunya negara yang bersimpati dengan Hutsi, mengklaim delegasi berusaha untuk mengaktifkan sekitar 70 kesepakatan yang ditandatangani dengan Teheran.

Selain itu, sumber Hutsi mengatakan para delegasinya telah bertemu di Iran dengan duta besar Inggris, Prancis, Jerman dan Italia di Teheran.

Pembahasan berfokus pada urusan Yaman dan regional. Mereka juga menekankan dukungan untuk penyelesaian politik dan solusi kongkret untuk mengakhiri perang di Yaman.

Sumber : AAWSAT

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here