Muslimtrend.com : Ketegangan meningkat minggu ini setelah India menetapkan kebijakan baru untuk mencabut hak Jammu dan Kashmir dalam menetapkan hukumnya sendiri, menangkap ratusan pemimpin politik dan aktivis, serta memutuskan hampir semua komunikasi dari Kashmir India. Kedua negara saling mengklaim Kashmir.

Jauh di pegunungan di Lembah Neelum, terdapat sebuah desa kecil Jabri. Desa yang terdapat sebuah sungai sebagai pemisah antara India dan Kashmir Pakistan. Biasanya cukup jauh untuk menghindari serangan tembakan tentara negara-negara itu.

Namun hal itu berubah akhir bulan lalu ketika peluru artileri India menghantam desa tersebut dan sebuah bom yang belum meledak ditemukan oleh seorang anak yang bernama Ayan Ali berusia empat tahun.

“Dia menemukan sebuah bom yang terlihat seperti mainan dan dia membawanya ke sini,” kata paman Ali, Abdul Qayyum, menunjuk ke rumah mereka.

Ali pun menunjukkan “mainan” itu kepada saudara-saudaranya ketika keluarga itu duduk untuk sarapan. Namun seketika alat tersebut meledak, membunuh Ali dan melukai delapan saudara kandungnya, ibunya dan sepupunya.

“Mereka mencoba merebut bom tersebut darinya dan kemudian meledak. Ali meninggal di tempat,” kata Qayyum, menambahkan bahwa dua anak berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Militer Pakistan mengatakan perangkat itu adalah bom curah, senjata yang melepaskan banyak bom kecil yang dapat membunuh atau melukai orang di daerah yang lebih luas. Hal itu dilarang berdasarkan Konvensi Jenewa yang mengatur peperangan internasional.

Pemerintah dan tentara India membantah tuduhan itu, dan dua pejabat militer mengatakan kepada Reuters bahwa penembakan yang melintasi perbatasan itu proporsional dan sebagai tanggapan atas tembakan Pakistan.

Sumber : Reuters

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here