Komjen Pol Idham Azis: Radikalisme tak Bisa Diidentikkan dengan Islam

456

Muslimtrend.com:  JAKARTA – Calon Kapolri Idham Azis menyebut radikalisme tidak bisa berbicara dengan agama Islam. Pernyataan ini disampaikan Idham saat menjawab pertanyaan dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI pada Rabu (30/10).

“Radikalisme tidak bisa diidentikan dengan Islam. Radikalisme itu kelompok atau oknum. Tidak bisa radikalisme membawa simbol agama,” kata Idham Azis kompilasi sedang mencari coba kepatutan dan kelayakan sebagai Calon Kapolri.

Selama ini, muncul kesan adanya jarak antara polisi dan umat Islam, terlebih lagi jika terkait isu radikalisme. Idham menyatakan, untuk mengatasi masalah tersebut, maka ia memiliki visi untuk membangun komunikasi.

Komunikasi dibangun dengan para pemuka agama, termasuk para kiai dan juga para habib. Ia akan membantunya mengampanyekan radikalisme yang tak bisa dituntut dengan Islam, juga agama manapun. “Kita harus kampanyekan. Jika kita menegakkan hukum itu pun ke oknum, bukan ke agama,” ujar pria yang meminta Kabareskrim itu.

Sebelumnya, pertanyaan seputar masalah ini muncul dari Poltikus PKS Aboebakar Alhabsy. Ia mengatakan memiliki kesan di lapangan bahwa umat Islam memiliki jarak dengan kepolisian. “Seakan akan polisi kurang ramah dengan umat,” ujar Aboebakar dalam uji kepatutan dan kelayakan.

Aboebakar mengatakan, ia tetap menginginkan pribadi Idham tak jauh dengan Islam. Namun, dalam praktiknya, kesan polri dan umat muslim saling berhadapan tidak dapat terelakkan.

Maka itu, Aboebakar pun meminta izin Visi Idham untuk menghilangkan kesan tersebut. “Saya lihat percaya dengan ayah, bagaimana pandangan ayah tentang hubungan dengan masyarakat agar hubungan harmonis bagaimana agar terjadi keseimbangan yang nyaman,” ujar Aboebakar.

Selain itu, pertanyaan seputar isu radikalisme pun dilayangkan ke Idham yang saat ini masih dibahas sebagai Kabareskrim itu. Aboebakar melihat keberadaan tudingan radikalisme kerap disematkan ke umat Islam. Pertanyaan Serupa juga dilayangkan fraksi PAN ke Idham. “Kami takbir dibilang radikal, kami baca Alquran radikal, janganlah,” ujar Aboebakar.

Maka itu, Aboebakar pun ingin tahu pandangan Idham ataz isu radikalisme tersebut. Terlebih, Idham merupakan sosok yang memiliki kiprah tak jauh dengan aksi radikalisme dan terorisme dari Poso, hingga dr Azhari. “Kita ingin membahas bapak soal terorisme. Pandangan bapak tentang radikalisme itu apa,” tambah Aboebakar menambahkan.

Sumber: republika

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here