Erdogan Memperingatkan Rusia untuk Tidak Menghalangi Pasukan Turki di Idlib, Suriah

141

Muslimtrend.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan pemerintah Rusia untuk menghindari konfrontasi dengan militer Turki di provinsi Idlib, Suriah. Hal itu dilakukan Erdogan untuk membalas serangan rezim Bashar Assad yang telah menewaskan tujuh tentara Turki, dan seorang staf sipil dan menyebabkan tujuh lainnya terluka.

“Kami bertekad untuk melanjutkan operasi kami untuk memastikan keamanan negara kami, bangsa kami dan saudara-saudara kami di Idlib,” kata Erdogan, seperti dilansir dari Daily Sabah, Selasa, (4/2/2020).

Turki akan melanjutkan operasinya untuk menghilangkan ancaman di dekat perbatasannya, dilaporkan bahwa pasukan Tentara Nasional Suriah (SNA) yang didukung Turki telah menargetkan posisi teroris YPG / PKK di desa Khalidiya dan di sekitar Ain Issa di Raqqa Utara.

“Mereka yang menguji tekad Turki tentang Idlib Suriah dengan serangan berbahaya seperti itu akan menyadari kesalahan mereka Kami menargetkan sekitar 40 tempat,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa perkembangan di Idlib semakin memanas karena Rusia menutup mata terhadap serangan rezim Bashar Assad yang menyebabkan 1 juta warga Idlib mengungsi ke perbatasan Turki.

Idlib adalah kantong oposisi terakhir di Suriah, memiliki populasi sebelum perang 1,5 juta. Idlib ditetapkan sebagai “zona de-eskalasi” di bawah perjanjian Astana antara Turki, Rusia dan Iran pada Mei 2017. Perjanjian itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi solusi politik permanen di Suriah. Militer Turki mendirikan 12 pos pengamatan di zona de-eskalasi Idlib setelah putaran kesembilan dari perundingan damai yang diadakan Astana, Kazakhstan.

Meskipun Turki dan Rusia sepakat untuk menghentikan tindakan agresi dan mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, rezim Suriah secara konsisten melanggar gencatan senjata, meluncurkan serangan yang sering di dalam zona de-eskalasi. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here