AS melarang penerbangan di wilayah udara yang dikontrol Iran

189

Muslimtrend.com : Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan perintah darurat pada hari Kamis yang melarang operator penerbangan AS terbang di atas wilayah udara yang dikendalikan Iran , kantor berita Reuters melaporkan.

Langkah itu dilakukan beberapa jam setelah sebuah pesawat pengintai AS dijatuhkan oleh militer Iran di atas Selat Hormuz.

Perintah darurat meliputi Selat Hormuz dan Teluk Oman, yang akhir-akhir ini menjadi tempat meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Iran dan AS membantah lokasi pesawat tak berawak itu ketika jatuh. Teheran bersikeras mengatakan bahwa pesawat tanpa awak itu melanggar wilayah udaranya sementara Washington mengatakan itu berada di wilayah udara internasional.

Badan penerbangan juga mengeluarkan himbauan secara terpisah untuk operator, mengatakan pesawat sipil terdekat adalah sekitar 45 mil laut (51 mil) dari lokasi pesawat pengintai yang ditembak jatuh oleh sistem rudal darat Iran.

“Ada banyak pesawat penerbangan sipil yang beroperasi di daerah itu pada saat pencegatan,” kata badan itu, menurut Reuters.

Badan itu mengatakan prihatin tentang aktivitas militer dalam jarak dekat dengan rute pesawat sipil, dimana tingginya volume  dan Teheran menggunakan rudal di wilayah udara internasional.

Sebelumnya pada hari itu, para pemimpin kongres AS diundang oleh Gedung Putih ke Situation Room yang memberikan pengarahan tentang Iran, dan Presiden Donald Trump mengatakan kepada publik bahwa mereka akan “mencari tahu” apakah Washington akan menyerang balik Teheran.

AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, mengerahkan pasukan beserta kapal induk, terdiri dari satuan tugas pembom dan rudal Patriot, dengan menggunakan ancaman dari Iran sebagai pembenaran atas tindakan tersebut.

Sumber : Anadolu Agency  | Redaktur : Syaugi

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here